Di negeri kita tercinta, prosesi di bulan Ramadan dan Idul Fitri sangatlah unik. Ada kebiasaan khusus, hanya dilakukan masyarakat Indonesia, dan tidak ada di negara lain – termasuk Arab Saudi. Menjelang dan setelah bulan suci, ada saja serangkaian kegiatan yang dilewati.
Misalnya tradisi nyekar, lazimnya mewarnai hari-hari menjelang tiba dan
akhir ramadan. Juga ada acara munggahan, sebelum ibadah puasa dijalankan. Dari
tradisi demikian, tentu membuat perputaran ekonomi terjadi.
Kemudian pada minggu pertama puasa, masjid dan musholla bakalan dipadati
jamaah. Sholat taraweh dengan berlimpah shaf, panitia kewalahan dan menyediakan
tikar atau karpet tambahan. Sayangnya hal demikian tidak bertahan panjang, di
minggu kedua sampai selesai masjid dan mushola berangsur sepi,
Pertengahan bulan puasa, biasanya sudah mulai nyicil persiapan lebaran. Ada
yang belanja bahan olahan untuk lebaran, daging, beras, kopi dan lain
sebagainya. Juga ada yang sibuk, memilih parcel, baju lebaran, kue lebaran, angpao.
Kebutuhan lain juga turut diperhatikan, seperti service kendaraan, mengecat rumah, membeli perabotan, aware barang eletronik dan lain sebagainya. Bagi yang mudik ke kampung halaman, (biasanya) sudah memegang tiket dari empatpuluh lima hari sebelum hari keberangkatan.
Termasuk saya dan keluarga, sudah berburu tiket kereta jauh hari. Biasanya
orang focus ke mudik, dimulai dari sepekan sebelum lebaran tiba. Makanya keadaan
masjid dan musholla, sepi jamaah seperti sebelum ramadan tiba.
Tradisi tahunan mudik di Indonesia, rasanya sudah mengakar dari masa ke masa. Sebagai tanda #LoveLife dan bakti pada orangtua. Jalur lalu lintas luar kota, bakal dipadati kendaraan menuju kota kecil. Sementara ibukota lenggang, kendaraan ramai menuju daerah Jawa Tengah, Jawa Timur.
Sejak merantau puluhan tahun, saya turut menjadi bagian peserta mudik.
Merasakan padat dan macet, bahkan pernah bus saya naiki mogok di tengah
perjalanan. Betapa soal ketenangan dan kenyamanan, sangat dibutuhkan oleh
pemudik.
Sampai saya tercerahkan info bermanfaat, tentang Astra Life Syariah. Produk yang menjadi sebab, #LengkapiCintadenganKebaikan.
Mudik Tenang dan Nyaman dengan Astra Life Syariah
Saya yakin teman-teman, sudah familiar dengan Astra Life. Adalah perusahaan penyedia asuransi milik Astra, dengan produk perlindungan dan layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Demi menangkap fenomena mudik, Astra Life Syariah mempersembahkan produk proteksi yang mengakomodir kebutuhan masyarakat.
#AstraLifeSyariah menyediakan produk asuransi, yang bisa dipilih masyarakat sesuai kebutuhan. Apa saja sih, produk- produknya ?
Flexy Life Syariah ;
- Asuransi jiwa murni dengan manfaat santunan tutup usia hingga Rp. 2 Milliar tanpa cek medis
- 200% santunan tutup usia akibar kecelakaan
- Perlindungan sesuai prinsip syariah
- Mencakup perlindungan atas Covid-19
ASLI Asya Proteksi Syariah
- Asuransi jiwa unit link sesuai prinsip syariah dengan manfaat perlindungan menyeluruh mulai dari jiwa, terminal illness, cacat total dan tetap hingga manfaat mudik lebaran
- Bonus loyalitas awal tahun polis ke-11 dan ke- 16 masing-masing 25 %*
- Tambahan booster investasi 3% mulai awal tahun polis ke 11 hingga berakhirnya polis
- Manfaat nilai dana 100% di akhir masa polis
- Pembayaran kontribusi berkala yang terjangkau
AVA iFamily Protection Syariah
- Asuransi jiwa berjangka sesuai prinsip syariah yang memberikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia, menunggal dunia akibat kecelakaan, santunan dana kecelakaan seta santunan harian rawat inap dan rawat inap ICU.
- Memberikan tambahan manfaat berupa manfaat meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, umrah serta mudik lebaran
- Biaya kontribusi terjangkau mulai dari Rp.90.000,- per bulan.
- Diskon kontribusi hingga 20% jika menambahkan keluarga inti sebagai peserta tambahan yang diasuransikan dalam satu polis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA